TEKNIK BELAJAR AUDIO VISUAL DAN KINESTETIK DENGAN MENGGUNAKAN PROYEKTOR

24 hour online service | 087828942071

TEKNIK BELAJAR AUDIO VISUAL DAN KINESTETIK DENGAN MENGGUNAKAN PROYEKTOR

Setiap orang yang dilahirkan di muka bumi ini berbeda-beda, tidak ada yang sama. Bahkan anak yang kembar sekalipun tentu memiliki perbedaan juga, perbedaan inipun meliputi banyak hal, begitu juga cara belajar anak dalam hal ini. Belajar merupakan perubahan yang relatif permanen atau potensi perilaku dari hasil pengalaman atau latihan yang dilakukan terus menerus.

Tujuan dari belajar agar seseorang paham dan terjadi perubahan terhadap diri kearah yang lebih baik. Dengan demikian belajar haruslah menggunakan metode-metode yang tepat agar bisa terserap dengan baik. Sebagai contoh, jangan sampai berhitung atau yang berkaitan dengan matematika menjadi pelajaran yang  dianggap sulit bagi si anak, sehingga dengan adanya anggapan demikian anak akan sulit menerima pembelajaran karena anggapan yang sulit tersebut akan mempengaruhi dalam penerimaan anak. Untuk itu orang tua harus mampu mencari metode dan Teknik belajar yang dapat membuat anda senang dalam menerima pelajaran dan tidak merasa tertekan, sehingga anak-anak akan mampu menambah perkembangannya. 

Cara Belajar

Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh orang tua agar metode belajar yang tepat dapat diberikan kepada anak, akan tetapi ini juga harus diiringi dengan kemampuan orang tua dalam memahami anak itu sendiri. Ada anak yang lebih mudah menyerap materi pelajaran kalau ada bantuan alat peraga (metode kinestetik). Namun, ada juga yang bisa belajar dengan mudah kalau materinya dijadikan lagu ataupun dijadikan gambar (audio dan visual). Dengan mengenali metode dan cara yang tepat dalam belajar, tentu akan efektif dan si anak mampu menyerap pelajaran yang baik tanpa adanya perasaan frustasi atau tertekan. 

Teknik belajar dengan yang tepat bisa orang tua berikan kepada anak dengan memanfaat kecanggihan teknologi seperti proyektor dan komputer, yang dalam hal ini bisa diterapkan dengan cara menggunakan proyektor untuk belajar tentu akan menghasilkan metode belajar audio dan visual, misalkan saja proyektor Epson EB-X300 dan seterusnya dengan menggunakan kabel HDMI tentunya akan mendapatkan keduanya.

Anak yang belajar dengan metode audio dan visual menggunakan proyektor paling tentu bisa memahami materi dengan menyaksikan gambar, tabel, film dan juga mendengarkan dari suara yang dihasilkan  sehingga anak akan lebih cepat belajar ketika melihat, mendengar dan menyaksikan sesuatu secara bersamaan, misalkan saja orang tua bisa mencari video yang telah ada atau juga yang ada di youtube (banyak sekali video-video yang bisa digunakan untuk belajar anak) seperti belajar berhitung dengan video gambar-gambar kartu atau belajar membaca dengan teknik bernyanyi lagu anak yang tentu menampilkan teks dan gambar yang ditampilkan di layar proyektor, sehingga pengucapan setiap kata-katanya bisa diikuti oleh sang anak dan anak juga tidak merasa bosan.

Metode Belajar

Sedangkan metode pelajaran menggunakan alat bantu (metode kinestetik), tentu juga sangat bisa menggunakan proyektor. Metode ini tentunya membuat anak aktif bergerak ataupun melakukan sesuatu dalam belajar, kalau saja anak belajar dengan cara menghafal angka dengan cara menggoyang-goyangkan sesuatu misalkan saja jarinya atau berjalan-jalan kesana kemari bisa jadi itu termasuk kedalam metode kinestetik yang tentunya apabila orang tua bisa memfasilitasi anak dengan baik, belajar menggunakan metode mampu menyerap materi dengan baik sambil dipraktekkan. Metode ini bisa dilakukan oleh orang tua dengan menyuruh anak mengetik kata “aku” di keyboard komputer yang kemudian anak bisa melihatnya di layar proyektor.

Atau yang terakhir metode kombinasi, tak jarang anak menggunakan beberapa metode belajar mereka, misalkan saja anak akan membaca teks dengan suara yang keras dan sambil berlari-lari atau berjalan berarti anak anda tergolong dalam tipe belajar audio dan kinestik. Sebenarnya apapun metodenya yang paling penting anak merasa nyaman dan merasa tertarik terhadap apa yang dipelajarinya.

Dalam menggunakan proyektor dalam mendukung pembelajaran dengan metode kombinasi orang tua bisa memutarkan atau menampilkan gambar-gambar di layar proyektor dan di anjurkan anak untuk mengucapkan dengan cara keras dan sambil gerakan. Misalkan di layar proyektor muncul kata-kata atau tulisan “melompat” maka anak membaca dengan keras dan melompat, atau muncul kata-kata “Pena” maka anak membaca dengan keras sekaligus mengangkat pena, dan banyak lagi metode yang dapat digunakan.

Dengan demikian orang tua harus mampu memahami sang anak tentang metode belajarnya, dan orang tua juga bisa memanfaatkan teknologi proyektor untuk membantu proses belajarnya, dengan demikian juga akan membantu tumbuh kembang dan kemampuan sang anak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *