Tips Memilih Power Amplifier

Sound system adalah suatu perangkat multimedia yang berfungsi sebagai alat pengeras audio dalam perangkat elektronik. Seperti yang kita tahu bahwa sound system tidak bisa bekerja sendiri, ia membutuhkan beberapa perangkat pendukung yang memiliki fungsi berbeda-beda. Meskipun begitu, antara satu perangkat dengan perangkat lainnya saling berhubungan. Jika salah satu dari perangkat tersebut tidak ada atau bermasalah, maka akan mengganggu keberlangsungan fungsi dari sound system tersebut. Salah satu elemen terpenting dalam sebuah perangkat sound system adalah power amplifier.

Power amplifier adalah penguat akhir bagian sistem tata suara yang berfungsi sebagai penguat sinyal audio yang merupakan penguat tegangan dan arus dari sinyal audio yang bertujuan untuk menggerakkan loudspeaker. Alat ini berfungsi menguatkan sinyal suara yang ditransmisikan ke speaker agar keras dan maksimal outputnya. Nah, untuk menghasilkan keluaran atau output suara yang baik, maka perlu adanya kehati-hatian dalam memilih power amplifier. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas mengenai “Bagaimana cara memilih power amplifier yang baik.”

Untuk anda yang hendak memiliki rencana dalam menambah atau meningkatkan unit amplifier, maka anda perlu memilih power amplifier sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi yang baik. Hal ini bertujuan agar alat tersebut dapat berfungsi secara optimal. Bukankah suatu kerugian jika kita melakukan pembelian terhadap suatu barang yang berkualitas buruk?

Pertimbangan dalam pembelian
Ada beberapa pertimbangan yang perlu kita perhatikan sebelum membeli sebuah power amplifier. Pertimbangan tersebut antara lain dari segi kegunaan, kedua dari segi referensi pemakaian, ketiga dari segi asal pembuatan, dan yang keempat adalah dari segi harga yang harus dikeluarkan.

Pertimbangan dari segi kegunaan
Sebelum anda memutuskan pembelian, pastikan bahwa kebutuhan anda untuk sebuah drive apa. Seperti yang kita tahu, Drive terdiri dari middle, subwoofer, ataupun twitter. Sebagai pilihan, anda dapat membeli 2 kriteria power amplifier yang multifungsi yang mana dapat digunakan untuk sebuah tweeter maupun middle atau bahkan dapat digunakan sebagai low dan subwoofer. Anda cukup membeli komponen power amplifier untuk middle, yang mana dengan komponen ini, anda akan lebih menghemat biaya pengeluaran dalam pembelian power amplifier.

Pertimbangan dari segi referensi pemakaian
Pertimbangan yang kedua, anda dapat meminta bantuan kepada teman atau anda juga dapat mencari tahu sendiri mengenai spesifikasi seperti apa yang anda butuhkan. Anda harus mengetahui spesifikasi produk dan kebutuhan anda secara baik agar tidak salah dalam melakukan pengambilan keputusan. Hal ini dapat anda lakukan dengan cara membeli power amplifier yang sudah terkenal dengan begitu perihal kualitas sudah terbukti dan tidak diragukan lagi. Setidaknya probabilitas kerusakan atau kondisi buruk lebih sedikit/minim.

Pertimbangan dari segi referensi asal pembuatan
Ada 2 jenis amplifier berdasarkan asal usul pembuatannya. Yang pertama adalah power amplifier lokal (buatan dalam negeri), dan yang kedua adalah power amplifier asing (buatan luar negeri). Keluaran power amplifier yang sudah terkenal yaitu ada di Cina, Thailand, Vietnam, bahkan India. Untuk membeli power amplifier yang terkenal tersebut, tentu harga akan jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan produk lokal.

Pertimbangan dari segi harga beli
Normalnya, produk dari luar negeri memiliki harga yang sangat mahal. Salah satunya adalah power amplifier ini. Dengan harga yang dibandrol tersebut, kualitas dari power amplifier itu tentu jauh lebih baik dari beberapa pesaingnya. Hal ini menjadi poin penting yang harus diperhatikan. Pastikan anda memiliki dana yang cukup untuk pembelian ini. Pikirkan matang-matang sampai kita benar-benar yakin akan pilihan yang akhirnya kita tuju.

Kelas-kelas power amplifier
Power amplifier diklasifikasikan menjadi beberapa kelas : kelas AB, kelas B, kelas C, dan kelas D. Berikut penjelasannya untuk anda:

Power Amplifier kelas A
Desain dari penguat kelas A ini lebih sederhana, jika dibandingkan dengan kelas lainnya. Dan sebagian besar orang menggunakan kelas ini, yang berarti kelas A termasuk dalam kategori kelas terbaik. Penguat kelas A menggunakan transistor single (bipolar, FET, IGBT) yang terhubung secara konfigurasi Emitor Bersama.

Power Amplifier kelas B
Power amplifier kelas B adalah sebuah penguat yang diciptakan untuk mengatasi masalah efisiensi dan pemanasan yang berlebihan pada penguat kelas A. Efisiensi dari penguat kelas ini nyatanya lebih tinggi dari penguat kelas A. Yang mana power amplifier kelas B memiliki efisiensi sebesar 78,5%, meski begitu distorsi crossover merupakan kelemahan dari tipe kelas ini.

Power Amplifier kelas AB
Power amplifier kelas AB merupakan gabungan dari tipe kelas A dan kelas B, yang mana kelas ini sering digunakan pada desain Audio Power Amplifier. Efisiensi dari kelas ini mencapai 25% sampai dengan 78,5%.

Power Amplifier kelas C
Penguat sinyal kelas C menguatkan sinyal input kurang dari setengah gelombang (180 derajat) yang mana hal ini menyebabkan distorsi pada output menjadi sangat tinggi. Meski begitu, dilihat dari efisiensinya, kelas C ini tergolong sangat baik karena dapat mencapai efisiensi daya mencapai 90%.

Power Amplifier kelas D
Kelas terakhir dari power amplifier ini adalah power amplifier kelas D. Yang mana kelas D ini menggunakan penguatan dalam bentuk pulsa yang sering disebut dengan teknik Pulse Width Modulation (PWM). Penguat daya kelas D memiliki efisiensi mencapai 90% sampai dengan 100%.

Leave a Reply